The Power of Internet (1)
It is global, it is fast, and it is growing rapidly.Reaching to the far corners of the earth, the Internet is making the world at once smaller and more connected, transmitting information at nearly real-time speed.(BOB KERREY)
20 tahun yang lalu siapa yang mengira Internet akan seperti sekarang? Berawal dari jaringan antar pusat riset, saat ini Internet menjadi dunia baru. Dunia dimana sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Dunia yang mempunyai luas tanpa batas, dunia yang tak punya ujung dan awal. Internet seakan-akan negeri dongeng yang menjadi nyata.
Internet & Dunia Pendidikan
Internet tumbuh dari dunia pendidikan (kampus-red). Ketika SD saya ingat guru saya izin mengosongkan kelas karena ikut ujian Universitas Terbuka. Ada teman saya bertanya Universitas Terbuka itu apa? Guru menjelaskan UT itu sebuah universitas dimana mahasiswanya belajar dirumah dengan mempelajari buku-buku kuliah. Bagaimana dengan sekarang? Sekarang kita mengenal e-Learning. Meski ada yang mendefinisikan e-Learning sebagai pembelajaran berbasiskan elektronik, namun e-Learning lebih mengarah pada pembelajaran berbasiskan teknologi Internet. Dulu guru SD saya mungkin sulit berkomunikasi interaktif dengan dosen UT, saat ini semua itu sangat mungkin dan tidak terlalu sulit.Kita bisa memanfaatkan e-mail, Instant Messenger, forum diskusi, bahkan facebook untuk berinteraksi secara interaktif. Bahkan saat ini UT sudah menyediakan fasilitas kuliah online, dimana para mahasiswa bisa melakukan aktifitas pembelajaran di Internet. Tidah hanya membaca materi, tapi juga ikut ujian.
Internet memungkinkan komunikasi antara guru dan murid jadi lebih mudah. Tidak hanya didalam kelas, diluar jam sekolahpun satu sama lain bisa berinteraksi. ngumpul tugas via email disamping memberi wawasan baru bagi siswa, juga menambah daya tarik pembelajaran itu sendiri. Tentu saja hal ini terkadang masih sebuah hayalan bagi sebagian besar sekolah di Indonesia. Di lingkungan pendidikan tinggi peranan Internet lebih kerasa. Ada Mahasiswa yang sulit berkomunikasi secara face-to-face namun sangat terbantu dengan media komunikasi email dan IM. Internet juga memungkinkan mendekatnya jarak geografis. Mahasiswa yang sedang diluar kota masih bisa konsultasi secara intens dengan dosen via Internet. Dosen bisa memberikan tugas/pengumuman tanpa harus ketemu secara langsung dengan mahasiswa.
Interaksi antar peserta didik juga lebih dinamis seiring dengan kemajuan Internet. Mahasiswa antar perguruan tinggi berbeda negara bisa saling sharing ilmu via Internet entah itu lewat mailing list, news groups, web forum dll. Berbagi materi kuliah bukan lagi masalah yang rumit. Pinjam catatan kuliah ngga harus ngirim buku catatan, berbagai blog berbagi ilmu bertebaran di Internet. Hal ini memungkinkan kerjasama antar kampus menjadi hal yang sangat mungkin diwujudkan.
Internet menyediakan rak buku yang sangat luas. Dengan ini orang-orang menaruh dan berbagi literatur. Apa yang bisa kita lakukan untuk menelusuri tesis di berbagai universitas di Australia? Datang ke salah satu universitas disana? Hmm… tiket perjalanan saja berapa? Namun Internet memungkinkan kita menelusuri koleksi ADT (Australian Digital Thesis) dengan mudah. Interent membawa koleksi tesis tersebut tepat diatas meja kita, atau mungkin malah digenggaman kita. Dua tahun ini saya langganan buku di SafariBook, book24×7 dan packtub. Praktis rak buku mini saya dirumah ngga bertambah koleksinya. Saya juga ngga harus bolak-balik bawa buku antara rumah dan kampus. Dan semua itu karena Internet.
Internet memungkinkan orang secara lebih personal mempelajari apa yang ingin mereka pelajari. Belajar memasak dengan ikut mailing list memasak mungkin tidak begitu berbeda dengan ikut klub masak konvensional, namun Marc Stephens belajar persalinan bayi lewat video-video di YouTube. Hal yang sangat-sangat dinamis kan? Internet menjadi tempat bertanya yang siap 24 jam sehari 7 hari seminggu. Saya ingin memasak spaghetti, namun ngga ada teman dekat yang bisa so bertanyalah saya di Internet, dan ketemulah resepnya.
Namun demikian Internet juga memberikan resiko yang patut diperhatikan dalam dunia pendidikan. Kemudahan berbagi bisa menjadi hal yang negatif kalau yang dibagi adalah ilmu yang salah. Cara-cara menyusupi sistem orang/pihak lain salah satunya. Ada juga yang memanfaatkan Interent sebagai jalan pintas melewati proses pembelajaran. Donlod tugas yang sudah jadi, mencari kunci jawaban tanpa susah-susah berusaha mempelajari, bahkan jasa mengerjakan tugas tersedia. Hal ini sangat buruk danpaknya bagi dunia pendidikan. Karena itu kita harus punya filter yang kuat, mana yang baik dan mana yang kurang baik.
May 13th, 2009 at 2:03 pm
ada info danpak internet bagi pendidikan anak ngga? butuh nih. makasi ya
June 26th, 2009 at 3:18 pm
wah ada sih beberapa literatur yang bahas danpak Internet bagi dunia pendidikan, blum sempat kerangkum nih.